Beranda › Dialog › Diskusi di UGM Digeruduk, Qodari: Demokrasi Wajib Ada Dialog...
Dialog

Diskusi di UGM Digeruduk, Qodari: Demokrasi Wajib Ada Dialog, Tanpa Itu Jadi 'Semau Gue'

Diskusi di UGM Digeruduk, Qodari: Demokrasi Wajib Ada Dialog, Tanpa Itu Jadi 'Semau Gue'
Insiden pembubaran diskusi di UGM yang menghadirkan tiga pejabat pemerintah memantik respons resmi dari Kepala Bakom, Muhammad Qodari. Ia menegaskan bahwa esensi berdemokrasi adalah mengedepankan jalur dialog, bukan pemaksaan kehendak sepihak atau tindakan yang dapat memicu kericuhan. Pemerintah menyatakan kesiapan untuk berdialog guna mendengar aspirasi, namun juga mengharapkan mekanisme yang sehat dan tertib dari semua pihak. [viva.co.id](https://www.viva.co.id/berita/nasional/1906496-diskusi-di-ugm-digeruduk-qodari-demokrasi-wajib-ada-dialog-tanpa-itu-jadi-semau-gue) Dari sisi pemerintah, program Makan Bergizi Gratis (MBG) dipandang sebagai program prioritas yang lahir dari mandat pemilih dan kegelisahan untuk menuntaskan masalah stunting. Qodari menegaskan bahwa program kerja yang menjadi dasar pemilihan pemimpin tidak dapat serta-merta dihentikan hanya berdasarkan penolakan dari satu kelompok. Pernyataan ini menegaskan pentingnya memandang kebijakan dalam konteks mandat demokrasi yang lebih luas. Sebagai solusi konstruktif, pemerintah mengajak mahasiswa untuk mengategorikan kritiknya menjadi aspek politis dan teknokratis. Untuk aspek politis, tidak ada ruang negosiasi karena menyangkut janji kepada rakyat. Sementara untuk aspek teknis pelaksanaan, pemerintah sangat terbuka untuk duduk bersama melakukan evaluasi dan perbaikan. Pendekatan ini diharapkan dapat meredakan tensi dan mengarahkan perbedaan pendapat pada ranah perbaikan yang produktif.
Entitas dalam Berita
Tokoh: Muhammad Qodari
Organisasi: Bakom, UGM, pemerintah
Forum Kerukunan Umat Beragama di Ambon Lahirkan Titik Temu Rekonsiliasi
Dialog Lintas Agama di Papua Sepakati Deklarasi Damai untuk Jaga Stabilitas
Dialog Lintas Agama di Ambon Sepakati Penguatan Toleransi Berbasis Ekonomi
Kemenag siapkan dialog pemimpin lintas agama setelah gelaran IGIC
Komunitas Adat dan Pemerintah Bahas Pengakuan Tanah Ulayat Secara Damai