DPR Soroti Ancaman terhadap Keselamatan Warga Sipil di Papua
Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Sukamta, menyoroti kasus penembakan yang menewaskan Aris Sanda, seorang sopir asal Toraja, di jalur Wamena-Mbua, Papua Pegunungan. Peristiwa ini dinilai sebagai ancaman nyata terhadap keselamatan warga sipil di wilayah konflik. Sukamta menegaskan bahwa apapun tuduhan terhadap korban, tidak boleh menjadi alasan untuk melakukan pembunuhan di luar proses hukum yang sah, dan keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama.
Sukamta meminta aparat keamanan untuk melakukan investigasi menyeluruh guna mengungkap kronologi, pelaku, dan motif di balik insiden tersebut, sekaligus memastikan pihak yang bertanggung jawab diproses secara hukum. Ia mengingatkan bahwa negara wajib hadir memberikan rasa aman dan mencegah warga sipil menjadi korban kekerasan berdasarkan tuduhan sepihak. Langkah ini penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap penegakan hukum dan menciptakan lingkungan yang kondusif bagi aktivitas ekonomi dan sosial.
Lebih dari sekadar respons insidental, Sukamta mendorong pendekatan keamanan yang terintegrasi dengan upaya peningkatan kesejahteraan. Ia menekankan bahwa keamanan dan kesejahteraan merupakan dua sisi mata uang yang tidak terpisahkan dalam penyelesaian persoalan di Papua. Penguatan deteksi dini, intelijen teritorial, dan perlindungan di titik-titik rawan diharapkan dapat mencegah terulangnya kejadian serupa, sekaligus membuka ruang bagi masyarakat untuk beraktivitas, bekerja, dan mengakses pelayanan publik tanpa rasa takut.
Entitas dalam Berita
Tokoh: Sukamta, Aris Sanda
Organisasi: DPR RI, Komisi I DPR RI
Lokasi: Papua, Toraja, Wamena, Mbua, Papua Pegunungan