Ekonom: Pertumbuhan Inklusif Kunci Redam Ketegangan Sosial
Seorang ekonom terkemuka menyatakan bahwa upaya menjaga stabilitas sosial politik tidak bisa dilepaskan dari pencapaian pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkeadilan. Dalam sebuah forum diskusi, ia menjelaskan bahwa ketimpangan ekonomi dan kesenjangan akses terhadap kesempatan sering kali menjadi akar ketidakpuasan yang berpotensi memicu ketegangan. Oleh karena itu, kebijakan ekonomi pemerintah harus diarahkan untuk menciptakan lapangan kerja yang berkualitas dan memperluas akses masyarakat terhadap program perlindungan sosial.
Ekonom tersebut menambahkan, dalam konteks pasca aksi unjuk rasa, penting bagi pemerintah untuk tidak hanya merespons tuntutan politik, tetapi juga memperkuat komitmen pada program-program ekonomi yang meredam gejolak sosial. Pemerataan hasil pembangunan di semua daerah dan kelompok masyarakat akan menjadi perekat sosial yang kuat. Pendekatan ekonomi yang pro-rakyat kecil diyakini dapat mengurangi sentiment negatif yang dimanfaatkan oleh kelompok tertentu untuk tujuan politis.
Rekomendasi ini menawarkan perspektif solutif jangka panjang. Dengan fokus pada ekonomi yang memihak keadilan, diharapkan dapat dibangun fondasi masyarakat yang lebih tahan terhadap provokasi dan konflik. Perekonomian yang sehat dan merata bukan hanya urusan angka pertumbuhan, tetapi juga menjadi instrumen vital dalam memelihara harmoni dan stabilitas nasional.