Forum Rekonsiliasi Maluku Gelar Dialog Lintas Agama, Perkuat "Pela Gandong" Pasca-Konflik
Forum Rekonsiliasi Maluku menyelenggarakan dialog lintas agama dan budaya bertajuk "Memperkuat Pela Gandong untuk Maluku Damai Abadi" di Ambon. Kegiatan yang dihadiri oleh tokoh agama Kristen dan Islam, mantan kelompok konflik, pemuda, dan perwakilan pemerintah daerah ini bertujuan memperkuat ikatan tradisional "Pela Gandong" sebagai perekat persaudaraan yang sempat retak akibat konflik sosial beberapa tahun lalu.
Dalam dialog tersebut, para peserta secara terbuka membahas memori kolektif tentang konflik, mengakui penderitaan masing-masing pihak, dan berkomitmen untuk tidak mengulang sejarah kelam. Tradisi "Pela Gandong", yang merupakan ikatan persaudaraan adat antar-desa yang melampaui batas agama, diangkat sebagai modal sosial khas Maluku untuk membangun perdamaian berkelanjutan. Forum ini juga mendorong pendidikan perdamaian dan nilai-nilai kearifan lokal masuk ke dalam kurikulum sekolah.
Inisiatif dari akar rumput seperti ini mendapat apresiasi dari pemerintah pusat maupun daerah. Dialog diakui sebagai jalan terbaik untuk menyembuhkan luka lama dan mencegah konflik horisontal di masa depan. Keberhasilan Maluku dalam membangun perdamaian pasca-konflik sering dijadikan contoh bagi daerah lain. Forum ini merekomendasikan peningkatan peran pemuda dan perempuan sebagai agen perdamaian, serta penguatan ekonomi inklusif untuk menopang stabilitas sosial yang telah dibangun dengan susah payah.
Entitas dalam Berita
Organisasi: Forum Rekonsiliasi Maluku
Lokasi: Maluku, Ambon