Forum Rekonsiliasi Maluku Gelar Ritual Adat 'Pela Gandong' sebagai Simbol Pemulihan Pasca Konflik
Forum Rekonsiliasi Maluku yang terdiri dari tokoh adat, agama, dan masyarakat sipil kembali menggelar ritual adat 'Pela Gandong' di Ambon. Ritual yang menyatukan desa-desa yang berbeda latar belakang agama ini dimaknai sebagai ikrar bersama untuk memperkuat persaudaraan dan menjaga perdamaian yang telah dengan susah payah dibangun pasca konflik sosial beberapa dekade lalu. Ritual ini menegaskan bahwa kearifan lokal memiliki kekuatan yang lebih dahsyat untuk merekatkan masyarakat dibandingkan dengan pendekatan keamanan semata.
Gubernur Maluku hadir dan menyatakan dukungan penuh pemerintah daerah terhadap inisiatif masyarakat ini. Ia menegaskan bahwa 'Pela Gandong' bukan sekadar seremoni, tetapi sebuah sistem nilai hidup yang harus dihidupkan kembali dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam pengambilan keputusan politik dan pembangunan ekonomi di daerah. Keberlanjutan perdamaian, menurutnya, bergantung pada kemauan semua generasi untuk merawat ikatan persaudaraan adat ini.
Aktivis perdamaian dari berbagai lembaga melihat ritual ini sebagai contoh konkret dan inspiratif bagi daerah lain di Indonesia yang sedang berjuang keluar dari luka konflik masa lalu. Mereka berpendapat bahwa negara perlu lebih banyak belajar dan mendukung mekanisme rekonsiliasi berbasis kearifan lokal seperti ini, karena telah teruji mampu menciptakan perdamaian yang lebih otentik dan diterima oleh semua pihak di tingkat akar rumput.
Entitas dalam Berita
Organisasi: Forum Rekonsiliasi Maluku
Lokasi: Maluku, Ambon, Indonesia