Beranda › Dialog › Forum Rekonsiliasi Maluku Gelar Ritual Adat 'Pela Gandong' u...
Dialog

Forum Rekonsiliasi Maluku Gelar Ritual Adat 'Pela Gandong' untuk Perkuat Persaudaraan

Forum Rekonsiliasi Maluku Gelar Ritual Adat 'Pela Gandong' untuk Perkuat Persaudaraan

Forum Rekonsiliasi Maluku menggelar ritual adat Pela Gandong di Ambon sebagai upaya memperkuat persaudaraan lintas agama dan desa. Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah dan melibatkan tetua adat, tokoh agama, serta pemuda dalam merawat nilai-nilai gotong royong dan perdamaian. Pendekatan berbasis kearifan lokal ini diharapkan menjadi model rekonsiliasi berkelanjutan bagi daerah lain.

Di tengah dinamika kehidupan bermasyarakat di Maluku, Forum Rekonsiliasi Maluku kembali menginisiasi ritual adat Pela Gandong di Ambon. Kegiatan ini melibatkan komunitas dari berbagai latar belakang agama dan desa, sebagai upaya memperkuat fondasi persaudaraan lintas sekat. Sebagai ikatan persaudaraan yang diwariskan turun-temurun, ritual ini dihidupkan untuk merawat memori kolektif akan perdamaian, terutama di daerah yang pernah dilanda konflik horizontal. Para tetua adat, tokoh agama, dan pemuda bersama-sama mengikuti prosesi sakral yang menegaskan bahwa ikatan kemanusiaan lebih kuat daripada perbedaan-perbedaan yang ada.

Menghidupkan Nilai Luhur Pela Gandong sebagai Perekat Sosial

John Pieters, Ketua Forum Rekonsiliasi Maluku, menjelaskan bahwa Pela Gandong bukan sekadar seremoni adat, melainkan sistem nilai yang mengajarkan gotong royong, saling melindungi, dan tanggung jawab bersama. Dalam konteks kekinian, nilai-nilai ini sangat relevan untuk meredam potensi gesekan dan membangun ketahanan sosial komunitas. Ritual ini mengingatkan masyarakat bahwa hubungan persaudaraan telah terjalin sejak lama dan harus terus dirawat sebagai fondasi kehidupan bersama. Melalui prosesi adat yang diikuti dengan khidmat, peserta diajak merenungkan kembali pentingnya saling menghormati dan bekerja sama lintas golongan. Inisiatif ini menjadi contoh nyata bagaimana kearifan lokal dapat menjadi media rekonsiliasi dan perekat persaudaraan yang autentik di Maluku.

Dalam pelaksanaannya, sinergi berbagai pihak terlihat jelas. Masing-masing elemen memiliki peran penting dalam merawat nilai-nilai Pela Gandong:

  • Para tetua adat menjaga kelestarian prosesi dan memastikan nilai-nilai leluhur diwariskan kepada generasi muda.
  • Tokoh agama memberikan legitimasi moral dan spiritual, serta menekankan perdamaian sebagai ajaran universal lintas keyakinan.
  • Pemuda berpartisipasi aktif sebagai jembatan generasi yang menghidupkan kembali tradisi dan membangun kesadaran sejarah bersama.
  • Pemerintah daerah mendukung melalui kebijakan dan fasilitasi, menjadikan pelestarian budaya sebagai instrumen pembangunan perdamaian berkelanjutan.

Dukungan Pemerintah dan Efektivitas Pendekatan Kearifan Lokal

Kegiatan ini juga dihadiri perwakilan pemerintah daerah yang menyatakan dukungan penuh terhadap inisiatif perdamaian berbasis kearifan lokal. Mereka menilai pendekatan bottom-up seperti Pela Gandong lebih efektif dan berkelanjutan karena berakar langsung pada identitas dan nilai yang dipegang teguh masyarakat. Keberhasilan Maluku dalam menjaga perdamaian pascakonflik kerap dijadikan rujukan untuk daerah lain yang tengah berproses menuju rekonsiliasi. Hal ini menunjukkan bahwa modal sosial dan budaya lokal dapat dimobilisasi secara efektif untuk tujuan pemeliharaan perdamaian. Dengan melibatkan semua elemen masyarakat, ritual ini membuka ruang dialog antargenerasi dan antarkelompok, memperkuat semangat kebersamaan yang pernah sempat terkoyak.

Forum Rekonsiliasi Maluku berkomitmen untuk terus menghidupkan nilai-nilai adat sebagai pondasi stabilitas. Pela Gandong bukan sekadar seremonial, melainkan momentum untuk membuka ruang dialog antargenerasi dan antarkelompok masyarakat. Semangat rekonsiliasi yang dihidupkan melalui tradisi ini diharapkan terus menginspirasi masyarakat Maluku dan daerah lain untuk merawat perdamaian dengan cara yang autentik. Dengan bersandar pada nilai-nilai luhur yang telah ada, jalan menuju stabilitas dan persaudaraan sejati semakin nyata diwujudkan. Dialog dan kerja sama lintas elemen menjadi kunci untuk memastikan bahwa ikatan Pela Gandong tetap relevan dan menjadi perekat sosial yang kokoh di masa depan.

Entitas dalam Berita
Tokoh: John Pieters
Organisasi: Forum Rekonsiliasi Maluku
Lokasi: Ambon, Maluku
Forum Kerukunan Umat Beragama di Ambon Lahirkan Titik Temu Rekonsiliasi
Dialog Lintas Agama di Papua Sepakati Deklarasi Damai untuk Jaga Stabilitas
Dialog Lintas Agama di Ambon Sepakati Penguatan Toleransi Berbasis Ekonomi
Kemenag siapkan dialog pemimpin lintas agama setelah gelaran IGIC
Komunitas Adat dan Pemerintah Bahas Pengakuan Tanah Ulayat Secara Damai