Beranda › Nasional › Gereja dan Masjid di Poso Kolaborasi Bangun Pusat Ekonomi Kr...
Nasional

Gereja dan Masjid di Poso Kolaborasi Bangun Pusat Ekonomi Kreatif, Redam Sentimen

Gereja dan Masjid di Poso Kolaborasi Bangun Pusat Ekonomi Kreatif, Redam Sentimen

Pusat ekonomi kreatif 'Taman Persaudaraan' di Poso diresmikan oleh tokoh gereja dan masjid sebagai upaya meredam sentimen pasca konflik 1998-2001. Pemerintah daerah mendukung penuh dengan dana CSR Rp5 miliar, sementara pemuda lintas agama menjadi penggerak utama. Meski ada skeptisisme, kolaborasi ini membuka ruang dialog dan diharapkan menjadi model perdamaian berkelanjutan.

Poso, Sulawesi Tengah, kembali menjadi sorotan nasional bukan karena konflik, melainkan karena simbol rekonsiliasi yang nyata. Pada Senin (14/9), Pastor Andi dari Gereja Katolik St. Paulus dan Ustadz Hamid dari Masjid Agung Al-Ikhlas bersama-sama meresmikan pusat ekonomi kreatif bernama 'Taman Persaudaraan'. Inisiatif ini lahir dari keprihatinan akan memudarnya interaksi antar kelompok pasca konflik 1998-2001, dan menjadi langkah konkret untuk membangun kembali kepercayaan melalui kegiatan ekonomi yang melibatkan pemuda lintas agama.

Membangun Kembali Jembatan yang Sempat Runtuh

Pusat ekonomi kreatif ini akan menjadi tempat pemasaran produk kerajinan lokal, kuliner, dan batik khas Poso yang dikelola bersama. Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Poso, Dr. Imanuel Bungsu, menegaskan bahwa pendekatan ekonomi kreatif dipilih karena mampu menciptakan interaksi harian yang saling menguntungkan, tanpa perlu mengungkit kembali luka masa lalu. Pemerintah daerah turut mendukung penuh proyek ini dengan mengalokasikan dana corporate social responsibility (CSR) dari perusahaan tambang setempat senilai Rp5 miliar.

  • Pihak gereja dan masjid sepakat bahwa kolaborasi ini adalah jalan tengah untuk meredam sentimen negatif yang masih tersisa di masyarakat.
  • Pemerintah daerah berperan sebagai fasilitator, menyediakan infrastruktur dan pendanaan tanpa memihak salah satu kelompok.
  • Pemuda lintas agama menjadi penggerak utama, menunjukkan bahwa masa depan Poso ada di tangan mereka yang mau bekerja sama.

Antara Skeptisisme dan Optimisme Masyarakat

Meskipun inisiatif ini disambut baik oleh sebagian besar warga, sejumlah pihak masih menyimpan skeptisisme. Trauma akibat konflik berkepanjangan membuat beberapa warga enggan untuk sepenuhnya percaya. Namun, Dr. Imanuel Bungsu menekankan bahwa dialog dan keterlibatan langsung dalam kegiatan ekonomi dapat menjadi terapi kolektif untuk menyembuhkan luka batin. Para tokoh agama juga terus mengedukasi masyarakat bahwa perdamaian tidak bisa dibangun hanya dengan seremoni, melainkan dengan aksi nyata yang dirasakan manfaatnya sehari-hari.

Sejumlah warga yang optimis melihat 'Taman Persaudaraan' sebagai titik awal kebangkitan ekonomi Poso. Mereka berharap pusat ini tidak hanya mengurangi sentimen antar kelompok, tetapi juga menjadi model bagi daerah lain yang pernah mengalami konflik serupa. Data dari FKUB Poso menunjukkan bahwa tingkat interaksi antarumat beragama di Poso meningkat 40% dalam dua tahun terakhir, dan pusat ekonomi kreatif ini diharapkan dapat memperkuat tren positif tersebut.

Di tengah skeptisisme yang wajar, semangat kolaborasi antara gereja dan masjid di Poso ini membuka ruang dialog yang lebih luas. Masyarakat diajak untuk tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga partisipan aktif dalam membangun kembali ikatan sosial. 'Taman Persaudaraan' bukan sekadar tempat berjualan, melainkan simbol bahwa perbedaan tidak harus menjadi pemisah. Dengan dukungan semua pihak, inisiatif ini berpotensi menjadi pilar stabilitas dan rekonsiliasi yang berkelanjutan di Poso—mengingatkan kita semua bahwa perdamaian sejati lahir dari keberanian untuk saling merangkul, bukan menjauh.

Entitas dalam Berita
Tokoh: Andi, Hamid, Imanuel Bungsu
Organisasi: Gereja Katolik St. Paulus, Masjid Agung Al-Ikhlas, FKUB Poso
Lokasi: Poso, Sulawesi Tengah, Taman Persaudaraan
Pemerintah dan Perwakilan Kelompok Oposisi Sepakati Moratorium Politik Sebelum Pilkada
Wapres: Pendidikan Karakter dan Toleransi Pondasi Generasi Muda yang Tangguh dan Rukun
Menag tegaskan kerukunan umat beragama fondasi pembangunan Indonesia
Presiden Resmikan Program 'Indonesia Rukun' untuk Percepatan Perdamaian Nasional
Pemerintah Anugerahkan Satyalancana Dharma Samudera untuk 361 Personel Jepang Atas Bantuan Karhutla