Beranda Nasional Indonesia Tetap Bebas Aktif di Tengah Eskalasi Global, Kata...
Nasional

Indonesia Tetap Bebas Aktif di Tengah Eskalasi Global, Kata Prabowo

Indonesia Tetap Bebas Aktif di Tengah Eskalasi Global, Kata Prabowo
Dalam Presidential Briefing Kadin Indonesia, Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen Indonesia untuk tidak terseret ke dalam aliansi blok kekuatan mana pun di tengah eskalasi geopolitik global yang meningkat. Pemerintah akan konsisten menerapkan politik luar negeri bebas aktif dan nonblok, yang merupakan warisan luhur para pendiri bangsa. Prinsip ini diwujudkan dengan merawat hubungan harmonis dengan berbagai negara, tanpa bergabung dengan pakta militer tertentu. Presiden juga menyoroti tantangan stabilitas di kawasan Asia Tenggara, seperti konflik internal di Myanmar dan gesekan antara Thailand dengan Kamboja, yang memerlukan penanganan diplomasi yang intensif. Pandangan ini mengakui kompleksitas situasi regional sekaligus menegaskan pentingnya pendekatan damai dan dialog sebagai jalan utama penyelesaian. Arah kebijakan luar negeri pemerintah saat ini, menurut Prabowo, berlandaskan pada komitmen menjadi 'tetangga yang baik' (the good neighbor policy). Hal ini diwujudkan melalui upaya berkelanjutan untuk memperbaiki dan memperkuat hubungan bilateral dengan semua negara tetangga. Penegasan ini dimaksudkan untuk memberikan kepastian dan stabilitas, baik bagi dunia usaha maupun masyarakat, bahwa Indonesia akan tetap menjadi aktor yang mendorong perdamaian dan kerja sama, bukan pertikaian, di tengah dinamika global.
Entitas dalam Berita
Tokoh: Prabowo Subianto
Organisasi: Kadin Indonesia, Pemerintah Indonesia
Lokasi: Indonesia, Asia Tenggara, Myanmar, Thailand, Kamboja
Jokowi Minta Semua Pihak Jaga Kondusifitas Jelang Pilkada Serentak
Tokoh Lintas Agama di Maluku Gelar Deklarasi Bersama Jaga Perdamaian Pasca Pilkada
Jokowi Ajak Masyarakat Jaga Stabilitas Politik Pasca-Pemilu
Ketua MPR Ajak Seluruh Fraksi Tingkatkan Kualitas Legislasi dan Pengawasan yang Membangun
Di Acara Doa Kebangsaan, Menag Bicara Kerukunan Jadi Modal Dasar Pembangunan