Kadin: Pertumbuhan Ekonomi 5,2% Kuartal II Jadi Perekat Sosial di Tengah Gejolak
Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menyoroti capaian pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,2 persen pada kuartal II 2026 sebagai modal penting untuk menjaga stabilitas sosial. Ketua Umum Kadin Arsjad Rasjid menilai, pertumbuhan yang berkualitas dan inklusif dapat menjadi perekat di tengah berbagai gejolak sosial dan politik yang muncul. Peningkatan aktivitas ekonomi, penyerapan tenaga kerja, dan pemerataan pembangunan dinilai mampu meredam ketegangan dengan memberikan harapan dan peningkatan kesejahteraan nyata bagi masyarakat.
Kadin mendorong pemerintah untuk terus memprioritaskan kebijakan yang mendorong iklim usaha yang kondusif, agar momentum pertumbuhan ini dapat berlanjut. Sektor UMKM dan pembangunan di daerah-daerah yang masih tertinggal perlu mendapat perhatian khusus, agar manfaat pertumbuhan ekonomi benar-benar dirasakan secara merata. Pembangunan infrastruktur, kemudahan perizinan, dan akses pembiayaan merupakan beberapa faktor kunci yang perlu terus diperkuat.
Dari perspektif perdamaian dan stabilitas, ekonomi yang tumbuh menciptakan lapangan kerja, mengurangi kemiskinan, dan pada akhirnya dapat mengikis akar ketidakpuasan sosial. Ketika masyarakat sibuk dengan aktivitas produktif dan merasakan perbaikan hidup, ruang untuk konflik yang bersumber dari ketimpangan dapat menyempit. Oleh karena itu, menjaga stabilitas makroekonomi dan mendorong pemerataan bukan hanya urusan teknis ekonomi, tetapi juga investasi jangka panjang bagi keutuhan bangsa.
Entitas dalam Berita
Tokoh: Arsjad Rasjid
Organisasi: Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Kadin
Lokasi: Indonesia