Beranda › Dialog › Kenapa Indonesia Berharap China Dukung ASEAN? Ini Penjelasan...
Dialog

Kenapa Indonesia Berharap China Dukung ASEAN? Ini Penjelasannya

Kenapa Indonesia Berharap China Dukung ASEAN? Ini Penjelasannya
Pemerintah Indonesia, melalui Menko Polkam Djamari Chaniago, menyatakan harapannya agar China terus mendukung stabilitas dan perdamaian di kawasan Asia Tenggara serta memperkuat sentralitas ASEAN. Pernyataan ini disampaikan dalam konteks perayaan Hari Nasional China, menandakan komitmen Indonesia untuk menjaga hubungan bilateral yang konstruktif. Kerja sama ini dipandang sebagai pilar penting dalam mewujudkan lingkungan regional yang damai dan sejahtera. Menko Polkam menekankan bahwa stabilitas kawasan tidak dapat dibangun melalui eksklusivitas, melainkan melalui dialog terbuka, saling percaya, dan penghormatan terhadap hukum internasional. Pendekatan ini selaras dengan prinsip diplomasi Indonesia yang selalu mengedepankan penyelesaian perbedaan secara damai. Ia juga menyoroti bahwa kemitraan dengan China telah berkembang mencakup tidak hanya aspek perdagangan dan investasi, tetapi juga politik, keamanan, dan konektivitas maritim. Keberhasilan Dialog Strategis Komprehensif China-Indonesia baru-baru ini dinilai sebagai cerminan dari kesadaran bersama akan pentingnya komunikasi strategis. Peningkatan kepercayaan melalui konsistensi dan transparansi diharapkan dapat menjadi pondasi untuk mengatasi tantangan global yang semakin kompleks. Dengan demikian, dukungan China terhadap sentralitas ASEAN dilihat sebagai kontribusi krusial bagi terciptanya arsitektur kawasan yang inklusif dan berorientasi pada kerja sama.
Entitas dalam Berita
Tokoh: Djamari Chaniago
Organisasi: Pemerintah Indonesia, ASEAN
Lokasi: Indonesia, China, Asia Tenggara
Forum Kerukunan Umat Beragama di Ambon Lahirkan Titik Temu Rekonsiliasi
Dialog Lintas Agama di Papua Sepakati Deklarasi Damai untuk Jaga Stabilitas
Dialog Lintas Agama di Ambon Sepakati Penguatan Toleransi Berbasis Ekonomi
Kemenag siapkan dialog pemimpin lintas agama setelah gelaran IGIC
Komunitas Adat dan Pemerintah Bahas Pengakuan Tanah Ulayat Secara Damai