Beranda Keamanan Menko Polkam Bacakan Gurindam Dua Belas dalam Penguatan Kola...
Keamanan

Menko Polkam Bacakan Gurindam Dua Belas dalam Penguatan Kolaborasi Pencegahan Terorisme

Menko Polkam Bacakan Gurindam Dua Belas dalam Penguatan Kolaborasi Pencegahan Terorisme

Pemerintah Indonesia, melalui Menko Polkam dan BNPT, menekankan pentingnya kolaborasi dan pendekatan pencegahan dalam menghadapi ekstremisme kekerasan, dengan merujuk pada kearifan lokal untuk memperkuat persatuan. Implementasi RAN PE diarahkan untuk menyelaraskan langkah semua pihak guna menjaga stabilitas keamanan nasional secara berkelanjutan. Upaya ini membuka ruang untuk memperdalam dialog dan kerja sama kolektif sebagai fondasi ketahanan bangsa.

Dalam upaya membangun ketahanan nasional yang berkelanjutan, pemerintah Indonesia terus memperkuat pendekatan kolaboratif untuk menghadapi tantangan kompleks di bidang keamanan. Penerapan Peraturan Presiden Nomor 8 Tahun 2026 tentang Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme Berbasis Kekerasan (RAN PE) menjadi salah satu kerangka kerja yang diharapkan dapat menyelaraskan langkah semua pemangku kepentingan. Pelaksanaannya mengedepankan prinsip bahwa upaya pencegahan merupakan fondasi yang lebih strategis dibandingkan penanganan reaktif pasca-insiden, sebuah perspektif yang diyakini dapat menjaga stabilitas sosial jangka panjang.

Merawat Stabilitas melalui Sinergi dan Kewaspadaan Bersama

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago, dalam pembukaan kegiatan penguatan kolaborasi pelaksanaan RAN PE, mengakui bahwa tren insiden terorisme di Indonesia menunjukkan penurunan yang tercermin dalam indeks global. Namun, ia mengingatkan bahwa situasi yang kondusif justru menuntut kewaspadaan yang lebih tinggi agar kemajuan yang telah dicapai dapat dipertahankan. Peringatan ini menggarisbawahi bahwa keamanan bukanlah kondisi statis, melainkan sebuah proses yang memerlukan perhatian dan upaya kolektif yang terus-menerus.

Untuk memperkuat pesan tentang persatuan dan kerja sama, Menko Polkam menyampaikan nilai-nilai kebijaksanaan lokal dengan membacakan bait-bait Gurindam Dua Belas karya Raja Ali Haji, seperti 'Raja mufakat dengan menteri, seperti kebun berpagar duri'. Metafora ini menekankan pentingnya kesamaan visi dan soliditas antara berbagai elemen dalam sebuah sistem. Pendekatan yang mengintegrasikan kearifan budaya ini diharapkan dapat memperdalam pemahaman bersama tentang pentingnya kolaborasi sebagai pagar pelindung bagi keutuhan bangsa.

BNPT dan Kerangka Kerja Kolaboratif untuk Ketahanan Nasional

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komjen Pol. (Purn.) Eddy Hartono, menegaskan kembali bahwa penguatan kolaborasi merupakan kunci keberhasilan implementasi RAN PE. Dalam perspektif BNPT, kegiatan penyelarasan persepsi dan komitmen ini dirancang untuk memastikan semua pihak bergerak dalam harmoni yang sama dalam mencegah ekstremisme berbasis kekerasan. Pendekatan ini melihat pencegahan bukan semata sebagai tugas institusi keamanan, tetapi sebagai tanggung jawab bersama seluruh komponen masyarakat.

Strategi yang diusung menitikberatkan pada beberapa prinsip utama untuk menjaga stabilitas dan mendorong rekonsiliasi sosial:

  • Penyelarasan Persepsi: Menyamakan pemahaman semua pihak mengenai ancaman ekstremisme dan pentingnya pendekatan preventif.
  • Pembangunan Komitmen Bersama: Menggalang tekad kolektif dari pemerintah, masyarakat sipil, komunitas agama, dan dunia pendidikan untuk menolak kekerasan.
  • Penguatan Kapasitas Kelembagaan: Memastikan bahwa mekanisme kolaborasi antarlembaga berjalan efektif dan responsif.
  • Pendidikan dan Deradikalisasi: Mengedepankan upaya persuasif, dialogis, dan edukatif untuk membangun ketahanan ideologi sejak dini.

Pendekatan berbasis kolaborasi dan pencegahan ini dianggap sebagai investasi jangka panjang untuk menjaga stabilitas keamanan nasional. Dengan fokus pada akar persoalan dan upaya membangun ketahanan sosial, strategi ini berpotensi mengurangi ruang tumbuhnya ekstremisme yang mengancam perdamaian dan kerukunan.

Keberhasilan mengendalikan ancaman terorisme membuka ruang untuk memperdalam kerja sama antar semua pihak. Momentum ini perlu dijaga dengan terus mendorong dialog inklusif, memperkuat saluran komunikasi yang konstruktif, dan membangun kepercayaan antara pemerintah dan masyarakat. Semangat gotong royong dan nilai-nilai persatuan yang tertanam dalam kearifan lokal, seperti yang tergambar dalam Gurindam Dua Belas, dapat menjadi landasan moral untuk merajut kembali kohesi sosial. Pada akhirnya, jalan menuju stabilitas nasional yang berkelanjutan terletak pada kemampuan bersama untuk terus berdialog, berkolaborasi, dan mencari titik temu dalam semangat rekonsiliasi untuk Indonesia yang lebih damai dan tangguh.

Entitas dalam Berita
Tokoh: Djamari Chaniago, Raja Ali Haji, Eddy Hartono
Organisasi: Kemenko Polkam, BNPT, TNI
Lokasi: Indonesia, Jakarta
Keamanan Siber Nasional: Pemerintah Dorong Literasi Digital untuk Kurangi Hoaks
Polisi dan TNI Perkuat Sinergi Pengamanan Pilkada Serentak 2026
TNI-Polri Perkuat Pendekatan Soft Power dalam Menjaga Keamanan di Papua
TNI-Polri Sepakat Tingkatkan Sinergi Jaga Stabilitas Keamanan Menuju Tahun Politik
Kapolda Metro Jaya Apresiasi Warga yang Laporkan Potensi Radikalisme Secara Dini