Beranda › Dialog › Menko Polkam: Perdamaian Aceh Harus Dijaga Bersama
Dialog

Menko Polkam: Perdamaian Aceh Harus Dijaga Bersama

Menko Polkam: Perdamaian Aceh Harus Dijaga Bersama
Pemerintah pusat menyerukan seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga perdamaian Aceh yang telah terpelihara selama lebih dari dua dekade. Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Jenderal TNI Purnawirawan Djamari Chaniago, menegaskan capaian tersebut harus terus dirawat melalui dialog, persaudaraan, penghormatan terhadap hukum, serta menjaga persatuan. Ia menekankan bahwa Bendera Merah Putih dan Garuda Pancasila sebagai simbol negara wajib dihormati. Di sisi lain, Menko Polkam juga mengakui hak masyarakat untuk menyampaikan aspirasi secara damai dan meminta agar insiden kericuhan yang terjadi pada peringatan 21 tahun MoU Helsinki di Banda Aceh diusut secara objektif. Pemerintah memastikan situasi di Aceh pascakericuhan telah kembali kondusif dan menegaskan kembali komitmennya untuk menghormati kekhususan Aceh sesuai dengan ketentuan undang-undang. Pernyataan ini menekankan pendekatan ganda: penegakan hukum terhadap pelanggaran simbol negara, tetapi juga pengakuan terhadap ruang dialog yang damai. Upaya ini diharapkan dapat meredakan ketegangan pasca-insiden dengan mendorong semua pihak untuk kembali pada mekanisme komunikasi dan hukum yang berlaku, sekaligus menjaga kepercayaan yang telah dibangun sejak MoU Helsinki.
Entitas dalam Berita
Tokoh: Djamari Chaniago
Organisasi: Pemerintah pusat, TNI, Pemerintah
Lokasi: Aceh, Banda Aceh, Helsinki
Forum Kerukunan Umat Beragama di Ambon Lahirkan Titik Temu Rekonsiliasi
Dialog Lintas Agama di Papua Sepakati Deklarasi Damai untuk Jaga Stabilitas
Dialog Lintas Agama di Ambon Sepakati Penguatan Toleransi Berbasis Ekonomi
Kemenag siapkan dialog pemimpin lintas agama setelah gelaran IGIC
Komunitas Adat dan Pemerintah Bahas Pengakuan Tanah Ulayat Secara Damai