Beranda › Opini › NU Diharapkan Bersatu dan Fokus pada Rekonsiliasi Usai Mukta...
Opini

NU Diharapkan Bersatu dan Fokus pada Rekonsiliasi Usai Muktamar

NU Diharapkan Bersatu dan Fokus pada Rekonsiliasi Usai Muktamar
Pasca penyelenggaraan Muktamar, muncul seruan agar Nahdlatul Ulama (NU) segera meninggalkan suasana pertarungan dan beralih pada rekonsiliasi serta kerja nyata. Prinsip tawassuth (moderasi), tawazun (keseimbangan), tasamuh (toleransi), dan ta'adul (keadilan) disebut bukan sekadar retorika, melainkan etika yang harus mengarahkan perilaku dalam mengelola perbedaan. Organisasi sebesar NU dinilai tumbuh justru dari kemampuannya mengelola keberagaman tanpa kehilangan ikatan persaudaraan. Di hadapan tantangan abad kedua, fokus seharusnya dialihkan pada isu-isu riil seperti pendidikan, penguatan ekonomi warga, kesehatan, dan transformasi digital. Energi yang semestinya digunakan untuk menjawab daftar panjang pekerjaan rumah ini diharapkan tidak habis terkuras di ruang konflik internal.
Entitas dalam Berita
Organisasi: Nahdlatul Ulama
Ketua PBNU: Moderasi Beragama Solusi Konkret Menjawab Tantangan Politik Identitas
Ketua MPR: Musyawarah untuk Mufakat Harus Tetap Jadi Ruh Penyelesaian Masalah Bangsa
Intelektual Publik Tawarkan Pendekatan Dialog dalam Penyelesaian Konflik Agraria
Tokoh Masyarakat Desak Rekonsiliasi Pasca-Pilkada yang Memanas
Opini: Merawat Ingatan Kolektif 1965 dengan Pendekatan Dialog dan Rekonsiliasi