Beranda › Opini › Opini: Gotong Royong sebagai Perekat Stabilitas Nasional Pas...
Opini

Opini: Gotong Royong sebagai Perekat Stabilitas Nasional Pasca Pemilu

Opini: Gotong Royong sebagai Perekat Stabilitas Nasional Pasca Pemilu
Indonesia baru saja melewati pemilu yang diwarnai perbedaan pilihan cukup tajam. Dalam situasi seperti ini, nilai gotong royong menjadi modal sosial yang penting untuk merajut kembali kebersamaan. Tulisan ini mengajak semua pihak, dari elite politik hingga masyarakat akar rumput, untuk kembali mengedepankan semangat musyawarah dan kerja bakti dalam menyelesaikan persoalan bersama. Di berbagai daerah, masih sering terdengar rivalitas politik yang terbawa hingga ke ruang keluarga dan lingkungan kerja. Padahal, sejarah telah membuktikan bahwa bangsa ini mampu bangkit justru karena solidaritas antarwarga. Gotong royong tidak menuntut semua orang memiliki pandangan sama, tetapi menghormati perbedaan dan memprioritaskan kepentingan umum. Rekonsiliasi pasca pemilu memerlukan komitmen dari semua pemangku kepentingan. Pemerintah dan partai politik bisa meneladani gerakan sosial seperti kerja bakti lintas kelurahan dan kegiatan bakti sosial yang mengundang semua pihak tanpa membedakan afiliasi. Dengan demikian stabilitas nasional bukan hanya tanggung jawab negara, melainkan hasil dari kesediaan setiap warga untuk saling merawat.
Entitas dalam Berita
Organisasi: Pemerintah
Lokasi: Indonesia
Ketua PBNU: Moderasi Beragama Solusi Konkret Menjawab Tantangan Politik Identitas
Ketua MPR: Musyawarah untuk Mufakat Harus Tetap Jadi Ruh Penyelesaian Masalah Bangsa
Intelektual Publik Tawarkan Pendekatan Dialog dalam Penyelesaian Konflik Agraria
Tokoh Masyarakat Desak Rekonsiliasi Pasca-Pilkada yang Memanas
Opini: Merawat Ingatan Kolektif 1965 dengan Pendekatan Dialog dan Rekonsiliasi