Beranda › Opini › Opini: Menjaga Stabilitas Papua Butuh Pendekatan Segitiga: K...
Opini

Opini: Menjaga Stabilitas Papua Butuh Pendekatan Segitiga: Keamanan, Kesejahteraan, dan Keadilan

Opini: Menjaga Stabilitas Papua Butuh Pendekatan Segitiga: Keamanan, Kesejahteraan, dan Keadilan
Dalam sebuah opini yang diterbitkan, pengamat politik dan keamanan, Dr. Aulia Putri, menganalisis bahwa menjaga stabilitas di Papua memerlukan pendekatan segitiga yang terintegrasi antara keamanan, kesejahteraan, dan keadilan. Ia berpendapat bahwa fokus hanya pada satu aspek, khususnya pendekatan keamanan, terbukti tidak cukup untuk menciptakan perdamaian yang berkelanjutan. Dibutuhkan kebijakan yang simultan dan saling mendukung di ketiga pilar tersebut untuk membangun kepercayaan masyarakat. Di pilar kesejahteraan, penulis menekankan pentingnya pembangunan ekonomi inklusif yang benar-benar dirasakan oleh masyarakat lokal, termasuk pemerataan hasil sumber daya alam dan penciptaan lapangan kerja. Sementara itu, pilar keadilan menuntut penuntasan kasus-kasus pelanggaran HAM secara transparan melalui mekanisme hukum yang kredibel, serta pengakuan terhadap hak-hak kultural masyarakat adat. Kedua aspek ini dinilai sebagai fondasi untuk mendukung upaya keamanan yang lebih efektif dan diterima. Opini ini menutup dengan seruan kepada semua pihak, baik pemerintah pusat, daerah, TNI/Polri, maupun masyarakat sipil, untuk bersinergi dalam menerapkan pendekatan holistik ini. Dialog yang inklusif dengan melibatkan seluruh komponen masyarakat Papua disebut sebagai kunci untuk merumuskan dan menjalankan kebijakan segitiga tersebut. Hanya dengan rekonsiliasi yang tulus dan komitmen pada keadilan sosial, stabilitas yang hakiki dapat terwujud.
Entitas dalam Berita
Tokoh: Aulia Putri
Organisasi: TNI, Polri
Lokasi: Papua
Ketua PBNU: Moderasi Beragama Solusi Konkret Menjawab Tantangan Politik Identitas
Ketua MPR: Musyawarah untuk Mufakat Harus Tetap Jadi Ruh Penyelesaian Masalah Bangsa
Intelektual Publik Tawarkan Pendekatan Dialog dalam Penyelesaian Konflik Agraria
Tokoh Masyarakat Desak Rekonsiliasi Pasca-Pilkada yang Memanas
Opini: Merawat Ingatan Kolektif 1965 dengan Pendekatan Dialog dan Rekonsiliasi