Panglima TNI: Konflik Papua Tak Bisa Ditangani TNI Sendiri, Perlu Kolaborasi
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menyatakan bahwa penyelesaian konflik di Papua memerlukan kerja sama lintas institusi, tidak hanya menjadi tanggung jawab militer semata. Ia menekankan pentingnya kolaborasi dengan pemerintah daerah dan berbagai kementerian untuk menangani akar permasalahan yang kompleks. Pernyataan ini disampaikan di tengah laporan insiden kekerasan terbaru di Papua Pegunungan.
Pandangan Panglima TNI ini menggeser narasi penyelesaian konflik dari pendekatan keamanan murni ke arah kerja kolektif yang lebih holistik. Karakter geografis Papua yang luas dan bergunung-gunung dinilai membutuhkan sinergi agar operasi keamanan dapat didukung oleh program pembangunan yang efektif. Data belanja negara di wilayah Papua yang mencapai Rp29,14 triliun hingga Juli 2026 menunjukkan instrumen non-militer yang signifikan telah berjalan.
Pernyataan ini dapat dilihat sebagai upaya mendorong dialog dan kerja sama yang lebih terintegrasi antar lembaga negara. Pendekatan kolaboratif diharapkan dapat membangun kepercayaan dan membuka ruang untuk solusi yang berkelanjutan, menuju stabilitas yang lebih kokoh di bumi Cenderawasih. Langkah ini sejalan dengan semangat untuk mencari titik temu di antara berbagai kepentingan yang ada.
Entitas dalam Berita
Tokoh: Agus Subiyanto
Organisasi: TNI, Pemerintah Daerah, Kementerian
Lokasi: Papua, Papua Pegunungan