Beranda › Ekonomi › Pengamat: Kebijakan Inklusif di Sektor Ekonomi Kreatif Bisa...
Ekonomi

Pengamat: Kebijakan Inklusif di Sektor Ekonomi Kreatif Bisa Kurangi Radikalisme dan Pengangguran

Pengamat: Kebijakan Inklusif di Sektor Ekonomi Kreatif Bisa Kurangi Radikalisme dan Pengangguran

Pengamat ekonomi politik dari UI, Riatu Qibthiyyah, menyoroti potensi sektor ekonomi kreatif sebagai alat mengurangi pengangguran pemuda dan kerentanan terhadap radikalisme. Ia mendorong kebijakan afirmatif yang inklusif, termasuk pelatihan dan akses pasar, agar pemuda dari kelompok marjinal dapat berpartisipasi. Pendekatan ini dipandang sebagai solusi win-win yang membangun stabilitas sosial dari bawah melalui pemberdayaan ekonomi yang membanggakan.

Pandangan mengenai potensi sektor ekonomi kreatif sebagai instrumen pengurangan pengangguran pemuda sekaligus pencegahan radikalisme mengemuka dalam diskusi publik akhir pekan lalu. Pengamat ekonomi politik dari Universitas Indonesia, Riatu Qibthiyyah, menyampaikan bahwa kelompok pemuda yang menganggur dan merasa kehilangan arah seringkali menjadi sasaran empuk bagi jaringan radikalisme yang menawarkan identitas dan tujuan hidup. Dalam konteks itu, ia mendorong agar kebijakan afirmatif di sektor ekonomi kreatif dirancang secara inklusif, terutama bagi pemuda dari daerah konflik atau kelompok marjinal.

Jembatan Dialog: Ekonomi Kreatif sebagai Perekat Sosial

Qibthiyyah menekankan bahwa sektor ekonomi kreatif tidak hanya berfungsi sebagai mesin pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dapat menjadi perekat sosial yang membangun rasa percaya diri dan identitas positif anak muda. Dengan memberikan akses pelatihan, pendanaan modal awal, dan perluasan pasar secara merata, negara dapat menciptakan lapangan kerja yang bermartabat dan inklusif. Hal ini dinilai penting karena sektor ekraf banyak bersentuhan dengan nilai-nilai budaya, kearifan lokal, dan teknologi yang bisa membangkitkan kebanggaan terhadap identitas lokal dan nasional.

  • Pemerintah didorong untuk menyusun kebijakan afirmatif yang memudahkan akses pemuda dari berbagai latar belakang, termasuk eks-konflik atau kelompok marjinal, ke dalam ekosistem ekonomi kreatif.
  • Bantuan pelatihan keterampilan, pendanaan awal, dan fasilitasi akses pasar perlu diperluas jangkauannya agar tidak hanya dinikmati kelompok tertentu.
  • Sektor ini dinilai cocok karena bersifat fleksibel dan dapat menyerap tenaga kerja muda dengan beragam tingkat pendidikan.

Langkah Stabilisasi: Membangun Ketahanan Ideologi dari Bawah

Dari perspektif stabilitas nasional, pemberdayaan ekonomi kreatif dipandang sebagai investasi jangka panjang pada ketahanan ideologi bangsa. Pemuda yang produktif dan merasa dihargai kontribusinya akan menjadi benteng alami terhadap narasi-narasi pemecah belah. Qibthiyyah menyebut pendekatan ini sebagai solusi win-win, di mana stabilitas sosial dibangun dari bawah melalui pemberdayaan ekonomi yang inklusif dan membanggakan. Dengan demikian, kebijakan di sektor ekonomi kreatif tidak hanya mendongkrak pertumbuhan, tetapi juga menjawab dua masalah mendasar: pengangguran pemuda dan kerentanan terhadap radikalisme.

Upaya ini membutuhkan sinergi antara pemerintah pusat, daerah, pelaku usaha, dan komunitas kreatif. Dialog lintas pihak perlu terus digalakkan agar program-program yang dirancang benar-benar menyentuh kebutuhan akar rumput. Semangat rekonsiliasi dan kebersamaan harus dirawat agar ekonomi kreatif benar-benar menjadi jembatan yang menghubungkan perbedaan, bukan justru menimbulkan kesenjangan baru. Dengan langkah yang mediatif dan berkeadilan, sektor ini berpotensi menjadi wahana bagi pemuda untuk merebut kembali masa depan mereka, sekaligus memperkuat persatuan bangsa.

Entitas dalam Berita
Tokoh: Riatu Qibthiyyah
Organisasi: Universitas Indonesia
Pengamat: Pemulihan Ekonomi Pasca-Bencana Perlu Libatkan Seluruh Pihak untuk Cegah Kesenjangan
Menko Polkam ajak pengusaha perkuat sinergi ekonomi-keamanan
Pelaku UMKM dari Berbagai Latar Belakang Bersatu dalam Pameran Ekonomi Lintas Agama
Program Ekonomi Kerakyatan Berhasil Turunkan Disparitas di Wilayah Konflik
Menko Polkam Ajak Anggota Kadin Perkuat Sinergi Politik, Keamanan, dan Ekonomi