Pertumbuhan Ekonomi Inklusif Dicanangkan sebagai Perekat Sosial di Daerah Rawan Konflik
Pemerintah meluncurkan program percepatan pembangunan ekonomi inklusif yang secara khusus menyasar daerah-daerah yang memiliki historis atau potensi konflik sosial. Program ini berfokus pada penciptaan lapangan kerja, pemberdayaan usaha mikro dan kecil, serta pembangunan infrastruktur dasar yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat akar rumput.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian menjelaskan bahwa pendekatan ini didasari pemikiran bahwa ketimpangan ekonomi sering menjadi akar dari ketegangan sosial. Dengan mendorong pertumbuhan yang merata dan melibatkan semua kelompok masyarakat dalam rantai nilai ekonomi, diharapkan dapat membangun rasa kepemilikan bersama terhadap pembangunan dan mengurangi celah untuk disintegrasi.
Para pengamat ekonomi dan tokoh masyarakat dari daerah sasaran memberikan tanggapan beragam. Sebagian menyambut positif dan berkomitmen terlibat aktif, sementara sebagian lain mengingatkan agar program tidak terjebak pada proyek fisik semata, tetapi juga membangun kapasitas dan dialog antar-kelompok. Pemerintah menegaskan program ini akan disertai dengan forum konsultasi publik rutin untuk memastikan manfaatnya dirasakan secara adil dan transparan.