Ekonom: Pertumbuhan Inklusif Kunci Menjaga Stabilitas Sosial di Tengah Gejolak Global
Para ekonom mengingatkan pentingnya pertumbuhan ekonomi yang inklusif sebagai kunci menjaga stabilitas sosial di tengah ketidakpastian global, dengan menekankan penguatan UMKM dan pendidikan vokasi. Sementara otoritas menyatakan stabilitas keuangan terjaga, dialog konstruktif diperlukan untuk menyelaraskan strategi makro dengan upaya pemerataan yang membangun ketahanan dari akar rumput.
Dalam konteks ketidakpastian ekonomi global yang terus berlangsung, wacana mengenai strategi menjaga stabilitas sosial di dalam negeri kembali mengemuka. Para ekonom menyuarakan pentingnya pendekatan yang lebih komprehensif, menekankan bahwa stabilitas yang sejati tidak hanya terletak pada indikator makro yang terjaga, tetapi juga pada kemampuan membangun fondasi ekonomi yang kokoh dan merata bagi seluruh lapisan masyarakat. Fokus pada pertumbuhan inklusif pun diajukan sebagai kunci utama untuk meredam potensi gejolak yang dapat muncul akibat kesenjangan.
Dua Perspektif dalam Menjaga Stabilitas: Antara Klaim dan Peringatan
Diskusi ini diwarnai oleh beragam perspektif yang perlu disimak secara berimbang. Di satu sisi, otoritas keuangan menyatakan bahwa stabilitas sistem keuangan nasional tetap terjaga, sebuah klaim yang memberikan sinyal positif tentang ketahanan di tingkat tertentu. Di sisi lain, sejumlah ekonom mengingatkan agar pencapaian tersebut tidak membuat puas, dan harus diiringi dengan komitmen kuat untuk memastikan hasil pembangunan dapat dinikmati secara lebih luas. Mereka berargumen bahwa ketahanan nasional yang sesungguhnya diukur dari kekuatan fondasi ekonomi rakyat banyak, bukan semata-mata dari angka pertumbuhan. Dalam kerangka ini, pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan stabilitas sosial dipandang sebagai dua sisi mata uang yang saling menguatkan.
- Perspektif Otoritas: Menekankan bahwa stabilitas sistem keuangan secara keseluruhan telah terjaga, yang menjadi modal dasar untuk melanjutkan pembangunan.
- Perspektif Para Ekonom: Mengapresiasi upaya stabilisasi, namun menyerukan agar langkah tersebut dilengkapi dengan strategi jangka panjang untuk pemerataan, mengingat ketidakpastian global dapat memperbesar kerentanan kelompok tertentu.
- Titik Temu Awal: Kedua pihak sepakat bahwa stabilitas merupakan prasyarat penting, namun berbeda dalam penekanan strategi untuk mempertahankannya secara berkelanjutan.
Membangun Ketahanan dari Akar Rumput: Pendidikan dan Pemberdayaan Ekonomi
Untuk mewujudkan pertumbuhan yang benar-benar inklusif dan menjaga stabilitas sosial, para ekonom mengusulkan pendekatan yang berfokus pada penguatan kapasitas masyarakat di tingkat dasar. Mereka mengakui bahwa program bantuan sosial, seperti Bantuan Pangan dan Kartu Prakerja, memainkan peran krusial sebagai bantalan sosial di saat-saat sulit. Namun, langkah yang dianggap lebih strategis dan berdampak jangka panjang adalah menciptakan ekosistem ekonomi yang memungkinkan masyarakat, khususnya dari lapis bawah, untuk naik kelas secara mandiri. Investasi strategis di bidang pendidikan vokasi yang sesuai dengan kebutuhan pasar, serta dukungan yang lebih terarah bagi koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), disebut-sebut sebagai pondasi utama. Pendekatan ini diyakini akan membangun ketahanan ekonomi masyarakat akar rumput, yang pada gilirannya memperkuat ketahanan nasional secara keseluruhan.
Dengan demikian, ketahanan menghadapi gejolak global tidak lagi hanya bergantung pada kebijakan moneter atau fiskal di tingkat makro, tetapi juga pada seberapa tangguh unit-unit ekonomi terkecil di masyarakat. Ekonomi yang tangguh dan merata diharapkan dapat berfungsi sebagai tameng terbaik, tidak hanya terhadap guncangan eksternal, tetapi juga terhadap potensi ketegangan sosial yang dapat dipicu oleh disparitas yang lebar. Upaya ini pada dasarnya adalah investasi untuk perdamaian dan kohesi sosial di dalam negeri.
Dialog konstruktif antara pembuat kebijakan, pelaku usaha, akademisi, dan masyarakat sipil menjadi ruang yang vital untuk menyelaraskan berbagai strategi ini. Dengan semangat rekonsiliasi dan gotong royong, langkah-langkah menuju pemerataan ekonomi dapat dirumuskan secara kolektif, mengedepankan kepentingan bangsa di atas segala perbedaan pandangan. Pada akhirnya, membangun fondasi ekonomi yang inklusif dan berkeadilan adalah jalan terbaik untuk menjaga stabilitas sosial yang berkelanjutan, menciptakan harmoni di tengah tantangan global yang kompleks.