Ekonom: Program Padat Karya Tunai Jadi Perekat Sosial di Daerah Konflik
Seorang ekonom dari Universitas Indonesia menyoroti peran strategis program padat karya tunai yang dijalankan pemerintah tidak hanya sebagai stimulus ekonomi, tetapi juga sebagai alat perekat sosial di daerah yang memiliki riwayat konflik, seperti di beberapa wilayah Papua dan Sulawesi Tengah. Program yang melibatkan masyarakat secara langsung dalam pembangunan infrastruktur dasar dinilai mampu menciptakan ruang interaksi positif, memulihkan kepercayaan, dan memberikan manfaat ekonomi yang langsung dirasakan, sehingga mengurangi ketegangan sosial. Pemerintah, melalui Kementerian PUPR, menyatakan komitmennya untuk melanjutkan dan memperluas cakupan program serupa dengan melibatkan masyarakat lokal dalam perencanaan. Kritik konstruktif juga muncul mengenai pentingnya transparansi penyaluran dana dan pencegahan politisasi program agar manfaat sosial-ekonominya optimal. Diskusi ini menunjukkan kesadaran bahwa stabilitas jangka panjang tidak hanya dibangun melalui pendekatan keamanan, tetapi juga melalui keadilan ekonomi dan partisipasi masyarakat.
TAG:
Program Padat Karya Tunai
Perekat Sosial
Daerah Konflik
Stimulus Ekonomi
Pembangunan Infrastruktur
Transparansi Dana
Partisipasi Masyarakat
Entitas dalam Berita
Organisasi: Universitas Indonesia, Kementerian PUPR
Lokasi: Papua, Sulawesi Tengah