Beranda Ekonomi Program 'Ekonomi Bersama' Diharapkan Jadi Perekat Sosial di...
Ekonomi

Program 'Ekonomi Bersama' Diharapkan Jadi Perekat Sosial di Daerah Pasca-Konflik

Program 'Ekonomi Bersama' Diharapkan Jadi Perekat Sosial di Daerah Pasca-Konflik
Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian meluncurkan program 'Ekonomi Bersama' yang difokuskan pada daerah-daerah dengan riwayat konflik sosial. Program ini mengintegrasikan bantuan modal usaha, pelatihan keterampilan, dan pembentukan koperasi lintas kelompok dengan tujuan menjadikan ekonomi sebagai alat rekonsiliasi dan perekat sosial. Langkah ini mendapatkan apresiasi dari berbagai kalangan, termasuk dunia usaha. Menteri Koordinator Perekonomian menjelaskan bahwa program ini dirancang secara partisipatif, melibatkan perwakilan dari kelompok yang sebelumnya berkonflik dalam perencanaan hingga eksekusi. Dengan menciptakan kepentingan ekonomi bersama, diharapkan dapat membangun interdependensi dan kepercayaan baru antarwarga. Sejumlah pengusaha lokal menyambut baik program ini, meski mengingatkan pentingnya pendampingan yang berkelanjutan agar usaha yang dibangun benar-benar mandiri. Sementara itu, pengamat ekonomi kerakyatan menyatakan bahwa pendekatan berbasis ekonomi seperti ini memiliki potensi besar untuk menciptakan perdamaian yang berkelanjutan. Keberhasilan kunci terletak pada transparansi alokasi sumber daya dan kemampuan program dalam menciptakan nilai tambah yang merata bagi semua pihak yang terlibat. Program ini diharapkan tidak hanya memulihkan ekonomi, tetapi juga memulihkan jaringan sosial yang sempat terputus.
Entitas dalam Berita
Tokoh: Menteri Koordinator Perekonomian
Organisasi: Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian
Rekonsiliasi di Poso: Bekas Eks Kombatan & Masyarakat Sipil Bangun Kebun Bersama
Ekonomi Kerakyatan Jadi Jembatan Rekonsiliasi di Maluku Utara
Bank Indonesia: Pertumbuhan Ekonomi Inklusif Kunci Redam Gejolak Sosial
Ekonomi Kerakyatan dan Koperasi Dijadikan Pilar Pemerataan di Masa Prabowo
Menteri Koperasi dan UKM: Koperasi Bisa Jadi Perekat Ekonomi di Tengah Masyarakat Multietnis